Hati – hati umumkan Daftar Penunggak Pajak

Posted: 2 Februari 2010 in ekonomi, hukum
Tag:

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak diminta berhati-hati mengumumkan daftar penunggak pajak untuk menghindari kerugian bisnis perusahaan. “Kesalahan data bisa berakibat negatif terhadap bisnis perusahaan,” kata Sekretaris Kementerian BUMN, M Said Didu, di Jakarta, Selasa (2/2).

Said menjelaskan, tiga BUMN yaitu Garuda Indonesia, Jamsostek, dan Pertamina yang masuk dalam daftar 100 perusahaan penunggak pajak justru sudah melunasi kewajibannya. “Mereka sudah melunasi, tapi kenapa tetap diumumkan masuk dalam jajaran perusahaan penunggak pajak,” katanya.

Sebelumnya, Dirjen Pajak, Tjiptardjo menyatakan, dari 100 perusahaan terdapat 14 di antaranya adalah perusahaan milik negara dengan total tunggakan sekitar Rp 7,6 triliun.

Menurut Said, Garuda sudah melunasi kewajiban pajak pada awal Januari 2010, sedangkan Pertamina justru memberikan kelebihan pembayaran pajak.

“Garuda memperoleh berbagai penghargaan tingkat internasional dan Pertamina yang memiliki ukuran bisnis hingga Rp 380 triliun. Dengan reputasi itu rasanya tidak mungkin mereka menunggak,” katanya.

Said menuturkan, masuknya mereka dalam daftar penunggak pajak otomatis mengundang penilaian negatif dari investor bahwa tata kelola perusahaan (GCG) tersebut buruk. “Ini yang harus dihindari Ditjen Pajak, tidak asal dalam mengumumkan daftar penunggak pajak. Bayangkan, satu persen saja risiko bisnis Pertamina meningkat berarti sekitar Rp 3,8 triliun potensi bisnisnya hilang,” tegas Said.

Kementerian BUMN mengakui, hingga kini pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Ditjen Pajak untuk menyelesaikan masalah tunggakan pajak yang diduga terjadi pada perusahaan BUMN. “Perlu penyamaan tafsir penetapan satu perusahaan penunggak pajak,” kata Said Didu.

Kriteria penunggak pajak sangat penting, karena tiga penetapan pajak penting karena persoalan pajak sangat dinamis. Tanpa menyebutkan nilai pajak yang sempat ditunggak oleh tiga BUMN tersebut, Said menuturkan sudah dibayar namun masih dibeberkan sebagai penunggak pajak. “Ini harus diperjelas agar tidak menimbulkan persepsi negatif bagi perusahaan,” ujar Said.

Disamping perusahaan yang sudah melunasi tunggakan pajak, Kementerian BUMN juga sedang memfasilitasi perbedaan penafsiran pengenaan pajak pada unit syariah perbankan milik pemerintah. Fasilitas lain diberikan untuk tunggakan pajak yang menunggak karena ada sengketa, perbedaan penafsiran pengenaan pajak, dan penerapan pengenaan pajak yang berbeda.(Ant/RIZ)

Komentar
  1. drummerfan mengatakan:

    ada yg ga beres dengen administrasinya berarti ini

  2. adiya89 mengatakan:

    iyah,, banyak penunggak pajak ternyata dari perusahaan besar karena jumlah pajak yang terutang juga sangat besar, hal tersebut sangat dilematis mengingat mereeka penyumbang ke kas negara yang terfolong besar pula

  3. TaxParadiseByDewis mengatakan:

    maaf nitip info bagi sesama blogger🙂
    temen2 pecinta pajak, pemerduli pajak..ada lomba blog nie…hadiahnya lumayan kok..
    ini tentang pajak lho..
    info lebih lanjut dikemas dalam acara Tax paradise dan bisa dilihat di web klami di http://www.pajak-stan.com
    btw..tolong sebarin ke temen2 ya..siapa tahu ada yang pengen dan seneng pajak, tapi gak dapat info ini..terimakasih🙂
    sebenarnya gak hanya lomba blog sih, ada lomba pajak tingkat universitas dan sma, ada seminar, workshop dan tax expo..bener2 surganya pajak dah.hehe trims 4 all..

  4. adiya89 mengatakan:

    thank’s y wi’…. inponya bermanfaat bangget

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s