Kisah Kasus Suap PSSI

Posted: 18 Agustus 2010 in Sepakbola Indonesia
Tag:


Serentetan kasus suap dan pengaturan skor membayangi perhelatan kompetisi sepak bola Indonesia di semua jenjang. Sayangnya, kasus tersebut tak pernah bisa dituntaskan PSSI di bawah komando Nurdin Halid. Kini, upaya kotor yang bertentangan dengan slogan FIFA tersebut kembali muncul.

Percobaan penyuapan yang dilakukan Manajer Persiku Kudus, Muhammad Ridwan, dan Sekretaris Umum Pengda PSSI Jawa Tengah, Johar Lin Eng, kepada beberapa pemain Persis Solo mencoreng babak play-off Divisi Utama yang digelar di Stadion Jatidiri, Semarang. Lagi-lagi PSSI berkeming. Mereka tidak bergerak cepat menuntaskan kasus yang memalukan tersebut. Ada kesan akan kembali dipetieskan seperti kasus-kasus sebelumnya.

Ya, dua hari sebelum pertandingan play-off antara Persiku Kudus melawan Persis di Stadion Jatidiri, Minggu (8/8), Ridwan dan Johar secara intrnsif menelepon beberapa pemain Persis. Ridwan dan Johar menanyakan permasalahan gaji para pemain Persis yang belum dibayar. Kemudian keduanya merayu dengan menjanjikan akan memberikan sisa gaji yang belum dibayarkan, lalu ditawarkan juga bergabung dengan Persiku pada musim depan. Tapi, dengan catatan tidak boleh tampil pada laga play-off.


Jelas saya tidak mau,” kata Nova Zaenal, striker Persis, tegas. “Selain saya, ada lima rekan saya yang juga ditelepon. Yang menelepon mengatakan kalau ia dari Pengda PSSI Jateng. Lalu, Manajer Persiku juga menelepon dan bahkan minta untuk bertemu. Tapi, kami berkomitmen membawa klub kami bertahan di Divisi Utama. Jadi kami menolak tawaran mereka (Ridwan dan Johar)”

Ketua Umum Persis, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan kalau kasus ini sudah dilaporkan ke Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Senin (9/8). Dan dalam waktu dekat, Persis juga akan melaporkannya ke Polisi. “Kami sudah berkonsultasi kepada pengacara kami, dan kami akan segera melaporkan mereka ke kepolisian,” ujar Hadi. “Kasus ini jelas sangat memalukan dan membuat kotor sepak bola Indonesia. Kalau Persiku tetap dinyatakan lolos, ini akan menjadi preseden buruk bagi PT Liga Indonesia dan PSSI. Saya pikir sudah saatnya persepakbolaan Indonesia direformasi total.


Rudi menduga kalau pihak Persiku juga menyuap Persires Rengat. Kala itu, di play-off Persiku menang 5-1 atas Persires. “Masak dalam waktu empat menit bisa tercipta tiga gol? Ini tak masuk akal” ujar Hadi. “Kabarnya, Persiku berjanji akan memberikan dana kepada Persires.”

Komdis sendiri belum menanggapi kasus penyuapan ini. Alasannya, mereka masih libur puasa. Anehnya, tak ada satu pun anggota Komdis yang bisa dihubungi dan mau dimintai komentarnya. Bisa jadi, kasus suap ini akan kembali dibuat “abu-abu” seperti kasus dugaan penyuapan yang melibatkan Ketua Komdis Hinca Panjaitan dan Ketua Panpel Arema Indonesia, Abdul Haris.

Tak ada keseriusan PSSI untuk memberantas suap karena faktanya banyak pengurus PSSI yang terlibat. Mulai dari pengaturan skor sampai ke siapa yang akan juara dan degradasi. Ini sudah sangat kronis,” kata Abu Bakar Assegaf, Ketua Umum Persekabpas. “Saya juga yakin kasus Persis tak akan dituntaskan. Apalagi, kompetisi sudah berakhir. Ini sudah tidak benar.”.

* Artikel Kiriman Umar Dani (Pasoepati.Net)

Komentar
  1. joko mengatakan:

    apa ngga da prumusan masalahx…………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s